Etika Profesi

Etika

Pengertian Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos“, yang dapat diartikan sebuah karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika umumnya berkaitan erat dengan moral yaitu istilah bahasa latinnya “mos” dan “mores” (jamak), yang berarti juga cara hidup seseorang atau adat kebiasaan dengan melakukan kebiasaan yang baik (kesusilaan), dan menghindari tindakan yang buruk.

Berikut adalah beberapa definisi etika:

  1. (Georege A. Soper) Etika adalah hal pokok yang menyangkut perilaku manusia yang bersifat moral, meskipun  pelanggarannya tidak dapat membuat  seseorang terkena hukuman penjara, namun mampu memberi pengaruh kuat demi kebaikan sesama manusia.
  2. (KBBI/Kamus Besar Bahasa Indonesia) edis ketiga (2005:309), etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta tentang hak dan kewajiban moral. Moral yang dimaksudkan di sini adalah akhlak, yakni budi pekerti atau kelakuan makhluk hidup.
  3. (wikipedia.com) disebutkan bahwa etika itu membahas tentang perilaku menuju kehidupan yang baik, yang di dalamnya ada aspek kebenaran, tanggung jawab, peran, dan sebagainya.

Kandungan Ilmu Etika :

  • Menerangkan apa yang harus dilakukan oleh sebagian manusia terhadap sebagian yang lainnnya
  • Menjelaskan pengertian baik-buruk, seharusnya, benar-salah
  • Menerangkan jalan yang lurus
  • Menjelaskan tujuan yang sepatutnya dicapai manusia dengan perbuatan-perbuatan manusia itu
  • Menerangkan norma atau ukuran  untuk mempertimbangkan perbuatan manusia
  • Menerangkan kebiasaan-kebiasaaan manusia dan budi pekerti  manusia
  • Menerangkan tentang moral
  • Menerangkan perilaku yang membawa kesejahteraan manusia

Dalam membahas etika sebagai ilmu yang menyelidiki  tentang tanggapan kesusilaan atau etis, sama halnya dengan membicarakan moral (mores). Manusia disebut etis, ialah mausia secara utuh dan menyeluruh mampu  memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas kesimbangan antara kepentingan  peribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai mahluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Meskipun demikian terdapaat perbedaan antara etika dan moral, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbatan yang dilakukan , sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

Istilah yang identik dengan etika:

  • Susila (Sansekerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su)
  • Akhlak (Arab), berarti moral dan etika berarti ilmu akhlak

Macam-macam etika (Keraf, 1991:23):

  1. Etika Deskriptif
    Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan prilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya etika deskriptif bericara menenai fakta secara apa adanya, yakni mengeai nilai dan perilaku manusia sebagai seuatu fakta yang terkait dengan situasi ralitas yang membudaya.
  2. Etika Normatif
    Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharunya  dimiliki  oleh  manusia atau apa yang seharunya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Etika normatif merupakan norma-noram yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal=hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku dimasyarakat.
  3. Norma dan Kadiah
    Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan bagai mana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini diperlukan untuk memenuhi kebutuan dan kepentingan kehidupan dengan aman, terbtib dan damai, sebagai suatu aturan  main yang menjadi pedoman bagi segala pergaulan kehidupan sehari=hari, sehingga kepentingan masing-masing anggota masyarakat terpelihara dan terjamin. Menurut KBBI, norma adalah aturan atau  ketentuan yang mengikat warga kelompok di masyrakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengenadali tingkah laku yang sesuai dan diterima.Norma memberikan petunjuk kepada manusia bagaimana harus bertindak dalam masyakat  serta perbutan-perbuatan mana yang harus dijalankan (perintah) dan perbuatan perbuatan mana yang harus dihindari (larangan) (Kansil, 1989:81). Norma-norma tersebut dipertahankan dalam bentuk sanksi -sanksi (ancaman hukuman terhadap yang melakukan pelanggaran). Tanpa atau dikenakan sangksi atas pelanggaran, bila seseorang melanggar suatu norma, akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat dan sifatnya. Misalnya:

    – Seorang tamu yang hendak pulang, menurut tata krama harus diantar sampai di muka pintu rumah atau kantor, sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap sombong dan tidak menghormati tamu.

    – Orang yang mencuri barang milik orang lain, sanksinya cukup berat dan dikenakan sanksi hukukman pidana penjara maupun perdata (ganti rugi)
    Dalam pergaulan sehari-hari terdapat 4 kaedah atau norma, yaitu norma agama (berasal dari agama), norma kesusilaan atau moral (berasal dari suara batin), norma kesopanan (berasal dari kehidupan sehari-hari) dan norma hukum(berasal dari hukum dan perundang-undangan). Dalam pelaksanaannya terbagi lagi menjadi norma-norma umum (non hukum) dan norma hukum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s